Deteksi
kebuntingan sapi pakai metode apa yang paling cepat bisa dilakukan?
Jika menggunakan palpasi rectal paling cepat 2 - 3 bulan setelah IB /
dikawinkan maka sapi baru bisa dicek kebuntingannya. Jika palpasi rectal
dilakukan kurang dari dua bulan setelah ternak sapi di IB akan sulit
mendeteksi kebuntingannya. Lantas adakah metode lain yang mudah
diterapkan, murah biayanya dan tanpa perlu keahlian khusus seperti
palpasi rectal? Berikut salah satu solusi jawabannya:
Prinsip kerja deteksi kebuntingan
menggunakan asam sulfat adalah akan membakar zat organik dalam hal ini hormone
yang terdapat pada urine sapi bunting. Partodihardjo (1992), menyatakan larutan
2 ml urine ditambah 10 ml aquadest kemudian dibakar dengan 15 ml asam sulfat
pekat akan menimbulkan gas fluorescence di permukaan cairan. Gas
tersebut timbul karena adanya hormon esterogen di dalam urine.
Sebenarnya
ada satu metode lagi yang bisa dilakukan dengan waktu lebih cepat yaitu
antara hari ke 24 - 32 setelah dikawinkan/IB. Metode dimaksud dengan
menggunakan asam sulfat alias secara kimiawi, meskipun sepertinya cara
ini untuk saat ini kurang populer jika dibandingkan dengan palpasi
rectal.
Metode deteksi kebuntingan secara
kimiawi dengan memanfaatkan asam sulfat (H2SO4)
Dilansir dari situs ripk78.blogspot.com, menurut Partodihardjo (1992), asam sulfat dapat digunakan untuk deteksi
kebuntingan pada ternak. Ditambah Satriyo (2001), metode deteksi ini telah diterapkan untuk
mendeteksi kebuntingan ternak sapi, di dalam urine sapi yang sedang bunting
mengandung hormon estrogen yang dihasilkan oleh plasenta.
Penggunaan
asam sulfat untuk
deteksi kebuntingan menjadi alternative yang murah dan mudah dilakukan,
tanpa
harus memiliki keterampilan khusus. Semua orang sepertinya bisa
melakukan test kebuntingan sapi dengan metode ini, hanya perlu hati-hati
saat menggunakan asam sulfat pekat karena sifatnya yang keras dan bisa
"membakar" kulit anda.
Hormon esterogen
diproduksi jika seekor ternak telah mengalami perkawinan dan berada pada proses
kebuntingan. Ditambah oleh Illawati (2009), penggunaan volume asam sulfat pekat
0.5 ml yang lebih efektif untuk deteksi kebuntingan. Penggunaan asam sulfat
pekat 0.5 ml menghasilkan warna yang berubah dari kuning muda menjadi keunguan
ini menunjukan kebuntingan yang jelas.
Cara menggunakan asam sulfat (H2SO4) sebagai berikut :
- Siapkan alat dan bahan yaitu : gelas minum kaca bening (tanpa gambar), kertas putih sebagai alas gelas dan batang pengaduk. Bahan yang digunakan; urine sapi/kambing/domba yang baru (1 – 2 cc), air aquadest steril/air mineral (10 cc) dan asam sulfat (H2SO4)/ dapat pula menggunakan air accu (accu zur) (1cc).
- Taruh gelas kaca bening diatas sehelai kertas putih.
- Tampunglah urine segar saat kencing langsung dalam wadah yang bersih. Merangsang kencing ternak sapi : siram punggung ternak dengan air dan tunggu beberapa saat. Merangsang kencing kambing/domba : bekep mulut ternak sampai meronta dan tunggu beberapa saat.
- Ambil 2 cc urine tersebut dan masukkan dalm gelas kaca bening.
- Tambahkan sebanyak 10 cc air aquadest steril/air mineral, kemudian aduk merata.
- Tambahkan cairan air aki / Asam Sulfat/H2SO4 sebanyak 1 cc.
- Aduk sampai rata dan kemudian tunggu 5- 10 menit.
Yang perlu diamati adalah apakah urine
tersebut berubah warna atau tidak, jika urine berubah warna dari kuning menjadi
keungunan berarti ternak tersebut bunting, sebaliknya bila tidak terjadi
perubahan warna maka ternak tersebut tidak bunting. Semakin pekat larutan H2SO4
yang digunakan maka perubahan warna yang terjadi akan semakin cepat.
Deteksi kebuntingan ini dapat dilakukan pada hari ke-24 sampai 32 setelah perkawinan. Sedangkan deteksi kebuntingan yang umum dilakukan sekarang adalah dengan palpasi per rectal yang dapat dilakukan 2-3 bulan setelah perkawinan/inseminasi dan semakin tepat dengan bertambahnya umur kebuntingan. Jadi kalau anda sudah tidak sabar ingin tahu sapi anda bunting atau tidak sementara baru di IB atau dikawinkan sebulan lalu, cobalah cara deteksi dengan menggunakan asam sulfat ini. Selamat mencoba.
Pertanyaan yang menggelitik penulis saat ini adalah adakah yang pernah mencoba test kebuntingan sapi menggunakan "Pregnant Test" untuk manusia yang banyak dijual bebas di apotik dan supermarket? Silahkan para expert, atau yang sudah pernah mencoba berbagi pengalamannya di kolom komentar dibawah artikel ini mudah-mudahan bisa bermanfaat buat pembaca yang lain.
Deteksi kebuntingan ini dapat dilakukan pada hari ke-24 sampai 32 setelah perkawinan. Sedangkan deteksi kebuntingan yang umum dilakukan sekarang adalah dengan palpasi per rectal yang dapat dilakukan 2-3 bulan setelah perkawinan/inseminasi dan semakin tepat dengan bertambahnya umur kebuntingan. Jadi kalau anda sudah tidak sabar ingin tahu sapi anda bunting atau tidak sementara baru di IB atau dikawinkan sebulan lalu, cobalah cara deteksi dengan menggunakan asam sulfat ini. Selamat mencoba.
Pertanyaan yang menggelitik penulis saat ini adalah adakah yang pernah mencoba test kebuntingan sapi menggunakan "Pregnant Test" untuk manusia yang banyak dijual bebas di apotik dan supermarket? Silahkan para expert, atau yang sudah pernah mencoba berbagi pengalamannya di kolom komentar dibawah artikel ini mudah-mudahan bisa bermanfaat buat pembaca yang lain.
Pustaka
Illawati, R.W., dkk., 2012.
Efektifitas Dan Akurasi Penggunaan Erbagai Dosis Asam Sulfat (H2SO4) Pekat
Dibandingkan Palpasi Per Rektal Terhadap Uji Kebuntingan Ternak Sapi. Program Pascasarjana Ilmu Ternak Universitas
Andalas
Partodihardjo. S, 1992. Imu
Reproduksi Hewan, Mutiara Sumber Widya. Jakarta.
Satriyo, U. 2001. Deteksi
Kebuntingan dengan Air Aki. Majalah Infovent. Edisi 086 September. Jakarta.
Illawati, R. W. 2009.
Efektifitas Penggunaan Berbagai Volume Asam Sulfat pekat (H2SO4) untuk Menguji
Kandungan Estrogen dalam Urine Sapi Brahman Cross Bunting. Skripsi. Sekolah
Tinggi Ilmu Pertanian. Sijunjung.
Sumber : agrobisnisinfo
Sumber : agrobisnisinfo
Dengan 1 cc air aki
4/
5
Oleh
Markas Terbang